Minggu, 24 Juni 2018

Cara Backup dan Restore Easy Engine (Migrasi VPS)

Hai sobat Danifin, Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai backup restore wordpress di VPS yang menggunakan easyengine. Sebagai kasus, satu droplet yang saya beberapa CMS WordPress ingin saya pindahkan salah satu websitenya ke VPS lain, dan tentunya menggunakan easyengine.

Nah, detail tentang easy engine silahkan kamu berkunjung ke webnya langsung. Habis setup-setup (ini tgl baca manualnya kelar). Tinggal restore.

File yang dibackup, DB wordpress dari website (sql), dan folder wp dari situs di VPS lama, dikompres saja.
mysqldump -u root -p example.com > /tmp/example.com.sql
Setup ee (easy engine) di vps baru
wget -qO ee rt.cx/ee && sudo bash ee
ee stack install 
Lalu edit ee.conf, saya menggunakan nano text editor
nano /etc/easyengine/ee.conf
Atur bagian ini:
# Custom Database Name
db-name = True
# Custom Database User
db-user = True
Buat situs seperti sebelumnya di VPS baru (command line sama persis ketika kamu buat diawal, misal: jika kamu menggunakan redis, commandnya pun sama), Contoh dibawah adalah wordpress default (tanpa redis, memcached, dll)
ee site create example.com --wp
Salin dan pindahkan Webroot, ketik command line berikut di VPS baru
cd /var/www/example.com/htdocs
rm -rf *
rsync -avz --progress root@1.2.3.4:/var/www/example.com/htdocs/* .
Restore database, ketik command line berikut di VPS baru
rsync -avz --progress root@1.2.3.4:/tmp/example.com.sql /tmp
pv /tmp/example.com.sql | mysql example.com
Yup, selesai, mudah kan?

Minggu, 17 Juni 2018

Cara Install SSHGuard di Centos

Hai sobat Danifin, berbicara mengenai keamanan server, Tak hanya untuk SSH tetapi SSHGuard ternyata bisa memproteksi layanan lain seperti Email dan FTP. SSHGuard mem-parsing log server, mengenali aktivitas berbahaya, dan kemudian melarang pengguna jahat melalui rules firewall. Untuk kebanyakan tutorial hanya untuk OS ubuntu dan Debian, namun saya akan berbagi tips untuk install SSHGuard di Centos 6/7.


Cara Install SSHGuard di Centos


Install sshguard.
# rpm -ivh http://flexbox.sourceforge.net/centos/5/i386/sshguard-1.5-2.el5.i386.rpm
SSHGuard tidak memiliki file konfigurasi. Yang harus Anda lakukan adalah membuat jaringan baru untuk SSHGuard di iptables untuk menyisipkan aturan pemblokiran.
# iptables -N sshguard
Blok semua trafik dari penyusup:
# iptables -A INPUT -j sshguard
Blok services (SSH, FTP, POP, IMAP):
# iptables -A INPUT -m multiport -p tcp --destination-ports 21,22,110,143 -j sshguard
Sekarang, sobat simpan rules iptablesnya.
# service iptables save 

Nah, selesai deh. selamat mencoba dan semoga berhasil. 

Sabtu, 09 Juni 2018

Cara Install ionCube Loader di EasyEngine php7.0

Cara install ionCube Loader di EasyEngine php7.0 - Hai sobat Danifin, masih membahas soal linux, terutama untuk yang menggunakan EasyEngine, pernahkah menemui plugin yang mengharuskan menginstall Extensi ionCube, nah di artikel ini saya akan membahas cara atau langkah-langkahnya.


Menginstall ionCube untung saja caranya tidaklah sulit, cuma harus teliti saja. Bagusnya lagi berlaku untuk semua jenis distro Linux. Jadi mau Debian, Ubuntu, CentOS, Arch, Fedora, atau yang lainnya sama saja. Cuma perlu dibedakan ini 32-bit atau 64-bit saja yang dipakai ya sob.

Langsung saja ya, silahkan download ionCube Loadernya dulu dan ekstrak file arsipnya:

Untuk Linux x86/32-bit
wget http://downloads3.ioncube.com/loader_downloads/ioncube_loaders_lin_x86.tar.gz
tar xfz ioncube_loaders_lin_x86.tar.gz
Untuk Linux x64/64-bit
wget http://downloads3.ioncube.com/loader_downloads/ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz
tar xfz ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz
Setelah itu silahkan pindah dulu ke direktori hasil ekstraknya, semestinya bernama ioncube:
cd ioncube
Perhatikan daftar file ekstensi PHP untuk ionCube:
ls -l
Akan muncul daftarnya seperti berikut:
total 27956
-rw-rw-r-- 1 507 507  468176 May  2 16:03 ioncube_loader_lin_4.1.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  467760 May  2 16:04 ioncube_loader_lin_4.2.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  468432 May  2 16:04 ioncube_loader_lin_4.3.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  486832 May  2 16:04 ioncube_loader_lin_4.3_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  471504 May  2 16:04 ioncube_loader_lin_4.4.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  490960 May  2 16:05 ioncube_loader_lin_4.4_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  480272 May  2 16:05 ioncube_loader_lin_5.0.so
-rw-rw-r-- 1 507 507  494000 May  2 16:06 ioncube_loader_lin_5.0_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1100304 May  2 16:07 ioncube_loader_lin_5.1.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1141808 May  2 16:08 ioncube_loader_lin_5.1_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1140976 May  2 16:09 ioncube_loader_lin_5.2.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1180656 May  2 16:10 ioncube_loader_lin_5.2_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1230584 May  2 16:11 ioncube_loader_lin_5.3.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1287672 May  2 16:12 ioncube_loader_lin_5.3_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1504304 May  2 16:13 ioncube_loader_lin_5.4.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1590256 May  2 16:15 ioncube_loader_lin_5.4_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1517328 May  2 16:16 ioncube_loader_lin_5.5.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1599312 May  2 16:18 ioncube_loader_lin_5.5_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1483192 May  2 16:19 ioncube_loader_lin_5.6.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1544280 May  2 16:21 ioncube_loader_lin_5.6_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1241928 May  2 16:22 ioncube_loader_lin_7.0.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1298888 May  2 16:23 ioncube_loader_lin_7.0_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1332664 May  2 16:24 ioncube_loader_lin_7.1.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1406968 May  2 16:25 ioncube_loader_lin_7.1_ts.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1389288 May  2 16:26 ioncube_loader_lin_7.2.so
-rw-rw-r-- 1 507 507 1456744 May  2 16:27 ioncube_loader_lin_7.2_ts.so
-rw-r--r-- 1 507 507   10768 May  3 15:51 LICENSE.txt
-rw-r--r-- 1 507 507  183845 May  3 15:51 loader-wizard.php
-rw-r--r-- 1 507 507    2195 May  3 15:51 README.txt
-rw-r--r-- 1 507 507   72816 May  3 15:51 USER-GUIDE.pdf
-rw-r--r-- 1 507 507   10975 May  3 15:51 USER-GUIDE.txt

Nah ada banyak tuh, tapi yang akan kita pasang yang versi php 7.0
Kita akan membutuhkan file .so yang ditujukan untuk versi PHP yang terinstall. Cek dulu versi PHP yang telah terinstall:
php -v
Ternyata dalam VPS Ubuntu 16.04 ini saya menggunakan versi PHP 7.0.3:
PHP 7.0.30-1+ubuntu16.04.1+deb.sury.org+1 (cli) (built: May  2 2018 12:43:14) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2017 The PHP Group
Jadi yang saya pakai nanti adalah yang ioncube_loader_lin_7.0.so. Kemudian catat lokasi lengkap file tersebut, dalam VPS saya lokasinya di /root/ioncube/ioncube_loader_lin_7.0.so dan bisa lain di VPS anda tergantung anda ekstrak file yang didownload tadi dimana.
langkah selanjutnya, Buat file baru 00-ioncube.ini
nano /etc/php/7.0/fpm/conf.d/00-ioncube.ini
Lalu sobat isi dengan ini
zend_extension = /root/ioncube/ioncube_loader_lin_7.0.so 
Restart php5-fpm
service php7.0-fpm restart 
Selesai, Terakhir tinggal kita uji apakah benar ionCube Loader sudah aktif dengan mengecek versi PHP lagi,
php -v
dan ini hasilnya:
PHP 7.0.30-1+ubuntu16.04.1+deb.sury.org+1 (cli) (built: May  2 2018 12:43:14) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2017 The PHP Group
Zend Engine v3.0.0, Copyright (c) 1998-2017 Zend Technologies
    with the ionCube PHP Loader (enabled) + Intrusion Protection from ioncube24.com (unconfigured) v10.2.1, Copyright (c) 2002-2018, by ionCube Ltd.
    with Zend OPcache v7.0.30-1+ubuntu16.04.1+deb.sury.org+1, Copyright (c) 1999-2017, by Zend Technologies
Sukses sudah dan sekarang script PHP yang diproteksi memanfaatkan ionCube bisa dijalankan dengan normal. Gimana mudah kan?
Nah jika kamu menggunakan versi yang lain, kamu rubah aja angka 7.0 menjadi versi php mu.

Rabu, 06 Juni 2018

Cara Pasang BunnyCDN menggunakan W3 Total Cache

Hai sobat Danifin, Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang BunnyCDN, mungkin agak asing ya sob, tapi CDN ini dengan harga yang murah kita dapat fasilitas yang mewah lho he he he.
Nah bagi sobat yang belum tertarik bisa coba trialnya di websitenya: https://bunnycdn.com
BunnyCDN + W3 Total Cache
BunnyCDN + W3 Total Cache


Untuk bunnyCDN sudah saya test dah hasilnya lumayan bagus di akses dari Asia terutama Indonesia, saya menggunakan server VPS Servercheap sekitar $3,6 untuk spesifikasi 2 vCPU, 2 GB RAM, 30 GB SSD yang hanya tersedia lokasi US, VPS tersebut saya gunakan untuk menampung beberapa web saya, tanpa cdn load website dari Indonesia bisa sampai 5-7 detik, parah bukan? yaiyalah server US visitor Indonesia. Nah setelah saya menggunakan CDN ini lumayan bagus hasilnya.

BunnyCDN review
Berhubung Gtmetrix tidak tersedia cek Singapore, saya gunakan ini.


Kembali ke topik, kita akan membahas cara memasang cdn ini dengan menggunakan W3 Total Cache, sebenarnya sih bisa menggunakan plugin bawaan BunnyCDN sendiri, tapi selera saya pakai W3 Total Cache mau gimana lagi :D

Ok, langsung ke tutorialnya.

1. Pertama-tama, kamu harus membuat pull zone di BunnyCDN. masukkan nama pull zone masukkan URL blog kamu sebagai Origin URL. dan pilih mau pke tier mana (Saya sarankan sih yang premium aja, harga ga beda jauh kok)



2. Masuk Web Wordpress kamu, Kemudian Install Plugin W3 Total Cache.
3. Masuk General Setting W3 Total Cache, gulir ke bagian CDN, isi seperti ini:

4. Nah lanjut ke Tab CDN

5. Setting Auto pada SSL Support, dan isikan CNAME hostnamenya
Saya menggunakan custom hostname di BunnyCDN

6. Selesai.

Note:
Untuk cek berfungsi atau tidak, kamu bisa amati waterfall di test speed website tools
Pada kasus ini saya gunakan uptrends checker
BunnyCDN review



Minggu, 03 Juni 2018

Cara Install VPSSIM Beserta Optimasinya

Hai sobat Danifin, pada kesempatan ini saya akan share tentang VPSSIM, fungsinya sih kurang lebih untuk setup stack web server LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP), VPSSIM hanya bisa dipakai pada CentOS 6 dan 7. Minimal RAM 512MB untuk CentOS 6 dan 1GB untuk CentOS 7, Jadi user Debian, Ubuntu dan Windows server yang ingin install VPSSIM ada baiknya jangan menerapkan tutorial ini pada servernya :D



Mengenai kemampuan dan fitur-fitur lengkapnya bisa dicek langsung di situs resmi VPSSIM: https://vpssim.com/

Langsung saja eksekusi perintah berikut:
yum -y install wget ; wget –no-check-certificate https://vpssim.com/install ; chmod +x install ; bash install
Setelah itu akan muncul opsi bahasa, tentu saja isikan 1 untuk Inggris:


Dan kemudian kita akan menentukan pada port berapa phpMyAdmin aktif, terserah mau diisi berapa (defaultnya sih 3306), Nah pada contoh ini, saya isi 1996.

Dilanjutkan mengisi alamat email admin dan memilih versi MariaDB yang diinstall, saran saya pilih yang terbaru.
Juga isi juga password root dbnya (misal: Rhoma456).

Terakhir adalah langkah konfirmasi Nginx yang akan diinstall dan versi VPSSIMnya.

Dan apabila sudah langsung ENTER saja dan tinggal menunggu proses instalasinya selesai.

Nah jika selesai nanti akan langsung disconnect karena direboot otomatis. Silahkan koneksikan ulang SSHnya.

Masuk VPSSIM

ketikkan vpssim di command, nanti muncul bermacam opsi seperti gambar di bawah:


Menambahkan Wordpress pada VPSSIM

Sebelum ke tutorial ini pastikan domain yang kamu mau pasang wordpress, sudah tersambung dengan ip server. contoh saya menggunakan cloudflare.

Nah gambar di atas ada 29 opsi, jika kamu ingin membuat website wordpress menggunakan VPSSIM, kamu pilih no 1, di bagian Type in your choice kamu ketikkan 1


Lanjut ketikkan angka 3 (Add website + Wordpress (Auto Setup))

Isi nama domain, password wordpress, dan email, lalu biarkan vpssim menginstall wordpressnya.

Nah sekarang kamu coba buka website kamu. 


Selesai, dan jika kamu mau website kamu ber SSL Lets Encrypt, lanjut ke tutor berikutnya:

Install SSL Letsencrypt di VPSSIM

Nah, sebelum install sslnya, jika kamu menggunakan cloudflare pastikan awannya berwarna abu-abu (DNS only) dan jangan oranye. klo ga pke cloudflare lanjut saja.

Masuk vpssim, pilih no 22 (Setup FreeSSL (Let's Encrypt))


Nah, jika web kamu domain utama pilih No 1, dan jika subdomain pilih no 2


Masukkan nama domainnya, dan enter, ketik y jika disuruh install letsencrypt, dan tunggu samapi selesai.

Note: 
Jika gagal kemungkinan besar ip kamu masih tercantol di Cloudflare, atau awan masih oranye, solusinya ubah ke abu-abu (DNS only), dan tunggu sekitar 5-15 menit sampe dns tersambung ke ip servernya.

Optimasi Zend Opcache VPSSIM

Berdasarkan informasi dari situs PHP yang ada di http://php.net/manual/en/intro.opcache.php menyatakan bahwa
OPcache improves PHP performance by storing precompiled script bytecode in shared memory, there by removing the need for PHP to load and parse scripts on each request.

Artinya:
OPcache meningkatkan performance dengan melakukan cache script PHP kita ke memory.

Nah ayo kita optimasi Zend Opcache di VPSSIM, ga usah basa-basi, langsung saya ke tutorialnya:

1. Buat sebuah file bernama opcache.blacklist menggunakan notepad.
2. Isi filenya seperti di bawah ini dan save:

/home/vpssim.demo/private_html/*
/home/*/public_html/wp-admin/*
/home/0-VPSSIM-SHORTCUT/*
/home/*/0-Vhost/*
/home/*/logs/*
/home/*/errorpage_html/*
/home/*/public_html/wp-content/uploads/*
/home/*/public_html/wp-content/themes/*
/home/*/public_html/wp-content/ai1wm-backups/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/backwpup/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/duplicator/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/updraftplus/*
3. Masuk ke root directory VPS kamu menggunakan Filezilla, isi host:(IP Server) user:root password:(password VPS kamu) dan port:22
4. Nah jika berhasil kamu masuk ke /etc/vpssim

5. Replace opcache.blacklist dengan yang kamu buat tadi.
6. Nah kalau sudah masuk ke vpssim melalui terminal putty lagi.
7. Pilih No 6 (Zend OPcache Manage)
8. Pilih No 2 (Config Zend OPcache)
9. Masukkan 1/2 sampai Max RAM yang dianjurkan, sebagai contoh saya isi 200 (tahap ini bisa diubah kok jika sewaktu-waktu ingin penggunaan max).

10. Selanjutnya isi MAX File, saran saya genapkan saja. Misal Current PHP files in Home folder: 13613 files kamu isi 15000
11. Nah terakhir setting Auto clear Zend Opcache time, settingan ini relatif sih, klo website kamu ramai sekali kamu bisa lamakan waktunya, misal 900 (15 menit)
12. Nah jika kamu ingin melihat penggunaannya kamu bisa visit http://ip_kamu:port_myql/ocp.php , jika meminta login passsword, kamu bisa buka opsi No 15 (Secure Server & Website) lanjut ke No 1 (Default User & Password), nanti akan muncul password defaultnya. Nah, jika sudah bisa masuk seperti inilah tampilannya. 


Nah dapat dilihat, penggunaan hanya 83M (maklum website belum ramai dan hanya 3 website :D), kamu bisa turunkan ke 100M memory usagenya, atau biarkan jika kamu ada niatan untuk menambah website yang otomatis akan menambah penggunaan memori zend opcache ini. 

Sekian tutorial VPSSIM dari saya semoga bermanfaat dan semoga sukses bro, oh ya jangan lupa kasih saran jika ada yang perlu diperbaiki.