Minggu, 03 Juni 2018

author photo
Hai sobat Danifin, pada kesempatan ini saya akan share tentang VPSSIM, fungsinya sih kurang lebih untuk setup stack web server LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP), VPSSIM hanya bisa dipakai pada CentOS 6 dan 7. Minimal RAM 512MB untuk CentOS 6 dan 1GB untuk CentOS 7, Jadi user Debian, Ubuntu dan Windows server yang ingin install VPSSIM ada baiknya jangan menerapkan tutorial ini pada servernya :D



Mengenai kemampuan dan fitur-fitur lengkapnya bisa dicek langsung di situs resmi VPSSIM: https://vpssim.com/

Langsung saja eksekusi perintah berikut:
yum -y install wget ; wget –no-check-certificate https://vpssim.com/install ; chmod +x install ; bash install
Setelah itu akan muncul opsi bahasa, tentu saja isikan 1 untuk Inggris:


Dan kemudian kita akan menentukan pada port berapa phpMyAdmin aktif, terserah mau diisi berapa (defaultnya sih 3306), Nah pada contoh ini, saya isi 1996.

Dilanjutkan mengisi alamat email admin dan memilih versi MariaDB yang diinstall, saran saya pilih yang terbaru.
Juga isi juga password root dbnya (misal: Rhoma456).

Terakhir adalah langkah konfirmasi Nginx yang akan diinstall dan versi VPSSIMnya.

Dan apabila sudah langsung ENTER saja dan tinggal menunggu proses instalasinya selesai.

Nah jika selesai nanti akan langsung disconnect karena direboot otomatis. Silahkan koneksikan ulang SSHnya.

Masuk VPSSIM

ketikkan vpssim di command, nanti muncul bermacam opsi seperti gambar di bawah:


Menambahkan Wordpress pada VPSSIM

Sebelum ke tutorial ini pastikan domain yang kamu mau pasang wordpress, sudah tersambung dengan ip server. contoh saya menggunakan cloudflare.

Nah gambar di atas ada 29 opsi, jika kamu ingin membuat website wordpress menggunakan VPSSIM, kamu pilih no 1, di bagian Type in your choice kamu ketikkan 1


Lanjut ketikkan angka 3 (Add website + Wordpress (Auto Setup))

Isi nama domain, password wordpress, dan email, lalu biarkan vpssim menginstall wordpressnya.

Nah sekarang kamu coba buka website kamu. 


Selesai, dan jika kamu mau website kamu ber SSL Lets Encrypt, lanjut ke tutor berikutnya:

Install SSL Letsencrypt di VPSSIM

Nah, sebelum install sslnya, jika kamu menggunakan cloudflare pastikan awannya berwarna abu-abu (DNS only) dan jangan oranye. klo ga pke cloudflare lanjut saja.

Masuk vpssim, pilih no 22 (Setup FreeSSL (Let's Encrypt))


Nah, jika web kamu domain utama pilih No 1, dan jika subdomain pilih no 2


Masukkan nama domainnya, dan enter, ketik y jika disuruh install letsencrypt, dan tunggu samapi selesai.

Note: 
Jika gagal kemungkinan besar ip kamu masih tercantol di Cloudflare, atau awan masih oranye, solusinya ubah ke abu-abu (DNS only), dan tunggu sekitar 5-15 menit sampe dns tersambung ke ip servernya.

Optimasi Zend Opcache VPSSIM

Berdasarkan informasi dari situs PHP yang ada di http://php.net/manual/en/intro.opcache.php menyatakan bahwa
OPcache improves PHP performance by storing precompiled script bytecode in shared memory, there by removing the need for PHP to load and parse scripts on each request.

Artinya:
OPcache meningkatkan performance dengan melakukan cache script PHP kita ke memory.

Nah ayo kita optimasi Zend Opcache di VPSSIM, ga usah basa-basi, langsung saya ke tutorialnya:

1. Buat sebuah file bernama opcache.blacklist menggunakan notepad.
2. Isi filenya seperti di bawah ini dan save:

/home/vpssim.demo/private_html/*
/home/*/public_html/wp-admin/*
/home/0-VPSSIM-SHORTCUT/*
/home/*/0-Vhost/*
/home/*/logs/*
/home/*/errorpage_html/*
/home/*/public_html/wp-content/uploads/*
/home/*/public_html/wp-content/themes/*
/home/*/public_html/wp-content/ai1wm-backups/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/backwpup/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/duplicator/*
/home/*/public_html/wp-content/plugins/updraftplus/*
3. Masuk ke root directory VPS kamu menggunakan Filezilla, isi host:(IP Server) user:root password:(password VPS kamu) dan port:22
4. Nah jika berhasil kamu masuk ke /etc/vpssim

5. Replace opcache.blacklist dengan yang kamu buat tadi.
6. Nah kalau sudah masuk ke vpssim melalui terminal putty lagi.
7. Pilih No 6 (Zend OPcache Manage)
8. Pilih No 2 (Config Zend OPcache)
9. Masukkan 1/2 sampai Max RAM yang dianjurkan, sebagai contoh saya isi 200 (tahap ini bisa diubah kok jika sewaktu-waktu ingin penggunaan max).

10. Selanjutnya isi MAX File, saran saya genapkan saja. Misal Current PHP files in Home folder: 13613 files kamu isi 15000
11. Nah terakhir setting Auto clear Zend Opcache time, settingan ini relatif sih, klo website kamu ramai sekali kamu bisa lamakan waktunya, misal 900 (15 menit)
12. Nah jika kamu ingin melihat penggunaannya kamu bisa visit http://ip_kamu:port_myql/ocp.php , jika meminta login passsword, kamu bisa buka opsi No 15 (Secure Server & Website) lanjut ke No 1 (Default User & Password), nanti akan muncul password defaultnya. Nah, jika sudah bisa masuk seperti inilah tampilannya. 


Nah dapat dilihat, penggunaan hanya 83M (maklum website belum ramai dan hanya 3 website :D), kamu bisa turunkan ke 100M memory usagenya, atau biarkan jika kamu ada niatan untuk menambah website yang otomatis akan menambah penggunaan memori zend opcache ini. 

Sekian tutorial VPSSIM dari saya semoga bermanfaat dan semoga sukses bro, oh ya jangan lupa kasih saran jika ada yang perlu diperbaiki.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post